PERKEMBANGAN BAHASA INDONESIA
Oleh: Difa Aulia Ardana
MANAJEMEN FEB UHAMKA
Bahasa Indonesia dikenal sebagai bahasa melayu yang dalam perkembangannya mulai digunakan sebagai bahasa resmi dari Bangsa Indonesia dan juga dikenal sebagai bentuk bahasa pemersatu bangsa. Bahasa Indonesia diresmikan setelah proses proklamasi dari kemerdekaan republik Indonesia. Dalam hal ini satu hari setelahnya, hal ini juga dilakukan secara bersamaan dengan dimulainya konstitusi . sedangkan di kawasan Timor Leste bahasa Indonesia sendiri dikenal sebagai bahasa kerja. Sementara itu, jika dilihat dari sisi linguistik, bahasa Indonesia merupakan bentuk ragam bahasa dari bahasa melayu. Sedangkan dasar yang digunakan olehnya adalah bahasa Melayu Riau yang tentunya diambil dari kepulauan Riau sejak abad ke 19.
Bahasa Indonesia terus mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, sejak sebelum kemerdekaan sampai setelah kemerdekaan Indonesia. Dimulai dari Ejaan van Ophuijsen, Ejaan Republik, Ejaan Melindo, dan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) yang sampai saat ini kita pakai. Berikut penjelasan singkat perkembangan Bahasa Indonesia :
- Pada tahun 1901 disusun ejaan resmi Bahasa Melayu oleh Ch.A.Van Ophuijsen (Ejaan Lama).
- Tahun 1908 pemerintah kolonial mendirikan sebuah badan penerbit buku yang bernama Commissie voor de Volkslectuur atau Taman Bacaan Rakyat, kemudian pada tahun 1917 diubah menjadi Balai Pustaka. Badan penerbit ini menerbitkan novel-novel yang tidak sedikit membantu penyebaran bahasa Melayu di kalangan masyarakat luas.
- Tanggal 16 Juni 1927 Jahja Datoek Kajo menggunakan bahasa Indonesia dalam pidatonya. Hal ini untuk pertama kalinya dalam sidang Volksraad, seseorang berpidato menggunakan bahasa Indonesia.
- Tanggal 28 Oktober 1928 secara resmi Muhammad Yamin mengusulkan agar bahasa Melayu menjadi bahasa persatuan Indonesia.
- Tanggal 1933 berdiri sebuah angkatan sastrawan muda yang menamakan dirinya sebagai Pujangga Baru yang dipimpin oleh Sutan Takdir Alisyahbana.
- Tahun 1936 Sutan Takdir Alisyahbana menyusun Tata Bahasa Baru Bahasa Indonesia.
- Tanggal 18 Agustus 1945 ditandatanganilah Undang-Undang Dasar 1945, yang salah satu pasalnya (Pasal 36) menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa negara.
- Tanggal 19 Maret 1947 diresmikan penggunaan Ejaan Republik atau Ejaan Soewandi sebagai pengganti Ejaan Van Ophuijsen yang berlaku sebelumnya.
- Tanggal 16 Agustus 1972 H.M. Soeharto, Presiden Republik Indonesia meresmikan penggunaan Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan (EYD) melalui pidato kenegaraan di hadapan sidang DPR dan dikuatkan pula dengan Keputusan Presiden No. 57 tahun 1972.
- Tanggal 31 Agustus 1972 Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menetapkan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan Pedoman Umum Pembentukan Istilah resmi berlaku di seluruh wilayah Indonesia atau wawasan Nusantara.
Saat ini hanya sebagian orang menggunakan Bahasa Indonesia yang formal jika dipakai untuk sehari-hari, terutama yang tinggal di daerah Kota-kota besar seperti Jakarta. edangkan lebih dari 200 juta orang lainnya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua, dengan berbagai tingkat kemahiran. Sensus 2010 menunjukkan hanya 19,94% orang berusia di atas lima tahun yang menggunakan bahasa Indonesia di rumah. Di negara yang memiliki lebih dari 700 bahasa daerah dan beragam kelompok suku, bahasa Indonesia memainkan peran penting dalam mempersatukan keberagaman budaya di seluruh Indonesia. Bahasa Indonesia yang baku biasanya hanya digunakan untuk keperluan menulis surat kabar, lamaran kerja maupun penulisan buku. Bahasa Indonesia yang digunakan sehari-hari kebanyakan memakai Bahasa yang non-formal. Hal itu utamanya disebabkan karena orang Indonesia cenderung menggabungkan aspek bahasa daerahnya sendiri (misalnya, Jawa, Sunda, dan Bali) dengan bahasa Indonesia.

Komentar
Posting Komentar