Diskontinuitas Pendidikan Ditengah Pandemi Covid-19?
Oleh: Difa Aulia Ardana
FEB UHAMKA MANAJEMEN
Ragam atau variasi bahasa pertama yang kita bisa lihat berdasarkan penuturnya adalah idiolek. Idiolek merupakan ragam bahasa yang dimiliki seseorang atau bisa dikatakan variasi bahasa atau idioleknya masing-masing. Variasi idiolek ini berkenaan dengan warna suara, pilihan kata, gaya bahasa, susunan kalimat, dan sebagainya. Ragam Bahasa Indonesia dibagi menjadi 2, yaitu : Ragam Lisan dan Ragam Bahasa Tertulis. Ragam bahasa lisan adalah ragam bahasa yang dituturkan dengan indra mulut. Sedangkan Ragam bahasa tertulis adalah ragam bahasa yang dituangkan melalui simbol-simbol atau huruf-huruf.
Teks yang digunakan setelah membaca berita yang ditugaskan jika dilihat dari segi sarana atau jalur yang digunakan termaksud Ragam Bahasa Tertulis. Contoh ragam yang saya baca termaksud dalam Ragam Bahasa Jurnalistik. Alasannya karena adanya narasumber dan pewawancara serta tulisan tersebut ditinjau berdasarkan tanggal, tempat dan waktu yang telah dilakukan sehingga terciptanya sebuah berita dalam bentuk tulisan.
Perbedaan ragam Bahasa dari segi tata bahasa dan kosa kata yang terdapat pada teks:
“Dalam aras yang lebih luas, kondisi sekarang ini berpotensi terjadinya de-schooling. Jaga Jarak yang muncul sebagai konsekuensi untuk bertahan dari COVID-19 telah memaksa sekolah-sekolah menjadi ruang-ruang kosong. Tidak ada lagi keramaian pagi hari anak-anak sekolah berangkat yang memadati jalan raya, kecuali di daerah-daerah tertentu yang masih zona hijau dan atau desa-desa yang dinyatakan aman. Tidak ada lagi apel bendera para peserta didik apalagi kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Sekolah-sekolah menerapkan pola pembelajaran daring. Anak-anak tiap pagi mulai sibuk dengan perangkat HP atau laptop untuk mengikuti kegiatan pembelajaran dari sekolah masing-masing. Muncul celotehan: “bolos sekolah sekarang sangat mudah, cukup mematikan tampilan video yang ada pada aplikasi zoom atau sejenisnya”. Artinya, bisa saja nama peserta didik tampil dalam layar online, namun peserta didik tersebut ternyata tidur dalam mengikuti proses pembelajaran atau setidaknya beraktivitas lain.”
Dalam teks tersebut tidak semua orang dapat memahami kosa kata yang terdapat didalamnya namun dalam segi tata Bahasa yang baik dalam penuturan kata Bahasa Indonesia seperti inilah Bahasa Indonesia yang baik dan benar
Daftar Pustaka:
https://www.kabarpendidikan.id/2020/10/diskontinuitas-pendidikan-ditengah.html

Komentar
Posting Komentar