KONDISI KEUANGAN INDONESIA DI MASA PANDEMI COVID-19 INI?

Oleh : Difa Aulia Ardana

MANAJEMEN FEB UHAMKA

 


Dampak wabah virus Corona (Covid-19) tidak hanya merugikan sisi kesehatan. Virus yang bermula dari Kota Wuhan, Tiongkok, ini bahkan turut mempengaruhi perekonomian negara-negara di seluruh dunia, tak terkecuali Indonesia.

Ekonomi global dipastikan melambat, menyusul penetapan dari WHO yang menyebutkan wabah Corona sebagai pandemi yang mempengaruhi dunia usaha.

Di Indonesia, pemerintah mencoba melakukan berbagai upaya untuk menekan dampak virus Corona terhadap industri.

Beberapa stimulus ekonomi diluncurkan, bahkan Presiden Joko Widodo meminta seluruh pihak untuk melakukan social distancing termasuk Work From Home (WFH) dan beberapa Kepala Daerah memutuskan untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar.

Saat ini di Indonesia sedang menghadapi krisis dalam bidang ekonomi karena adanya dampak pandemi Covid-19. Kondisi ini dapat memicu penurunan perdagangan. Berdasarkan pertumbuhan tahun ke tahun sumber pertumbuhan ekonomi di Indonesia pada triwulan 1, 2020 terbesar pada sektor informasi dan komunikasi sebesar 0,53 persen.

Dari sisi makro ekonomi, adanya stimulus fiskal yang disertai dengan realokasi anggaran untuk kesehatan, perlindungan sosial dan pemulihan ekonomi nasional dari sektor keuangan, diharapkan akan dapat meningkat perekonomian secara perlahan dikuartal ketiga.

Sektor UMKM sudah mengalami kesulitan akibat adanya pandemi Covid-19 ini. Sulit untuk mendapatkan bahan baku maupun untuk pendistribusian barang-barangnya karena di masa pandemi Covid-19 seperti ini banyak yang sudah mulai bangkrut.

Kemenkeu sendiri mengkaji dampak Covid-19 membuat UMKM tidak dapat melakukan usahanya sehingga terganggu kemampuan memenuhi kebutuhan kredit. Non Performing Loan (NPL) kredit perbankan untuk UMKM dapat meningkat secara signifikan, yang berpotensi semakin memperburuk perekonomian.

Tidak hanya itu keuangan dalam keluarga pun sangat berdampak akibat pandemi Covid-19. Pendapatan kurang dari biasanya, tidak memenuhi kebutuhan seperti biasanya. Maka dari itu sangatlah penting sebuah pengelolaan manajemen  keuangan yang harus dilakukan. Seperti, berinvestasi atau menabung, dan kita juga harus menghemat pengeluaran sehari-hari kita dari biasanya agar pendapatan kita tercukupi.

Penyebaran Covid-19 juga dapat meyebabkan sektor pariwistara berdampak dalam situasi ini seperti, wisata hiburan, hotel dll. Sektor pariwisata sendiri merupakan salah satu faktor dalam pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dan sektor ini pun memiliki dampak jangka pendek dan panjang pada perekonomian di Indonesia.

Adapun berdasarkan rilis dari Badan Pusat Statistik, jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia pada Triwulan 1 2020 juga turun drastis hanya sejumlah 2,61 juta kunjungan, berkurang 34,9 persen bila dibandingkan dengan tahun lalu.

Cara mencegah kerisis keuangan salah satunya adalah memanfaatkan teknologi digital saat ini seperti hendphone, ataupun computer, bisnis masih bisa berjalan dalam masa pandemi COVID-19 ini. Dengan memanfaatkan software online kita dapat menginovasi barang dagang.

Setiap bisnis tentu perlu melakukan berbagai inovasi dan improvement untuk bisa memaksimalkan produktivitas kerja. Adanya teknologi memungkinkan untuk bisa menggunakan berbagai software dan hardware, misalnya untuk pencatatan waktu kerja atau alat presensi karyawan yang biasa disebut fingerprint. Tidak hanya itu, kamu bisa memaksimalkan proses kerja dengan manajemen tugas yang baik melalui teknologi.

Tingkatkan media pemasaran/Promosi, Salah satunya adalah dengan memanfaatkan media sosial. Hal ini merupakan salah satu tips paling bermanfaat untuk bisa meningkatkan pemasaran bisnis. Dengan melakukan promosi melalui sosial media, termasuk membuat iklan untuk bisnis di Facebook, Instagram, dan Google.

Kedisiplinan penerapan protokol kesehatan dan kepribadian destinasi berstandar CHSE (Cleanliness, Health, Safety and Environmental) adalah hal mutlak yang merupakan stimulus bagi wisatawan untuk kembali mengunjungi obyek wisata. Maka dari itu walaupun wisatawan tetap berkunjung ke tempat obyek wisata, mereka harus tetap mematuhi protokol yang ada seperti, mencuci tangan, memakai masker dan tidak terlalu dekat dengan orang-orang.

 

 

 DAFTAR PUSTAKA :

https://sukabumiupdate.com/detail/bale-warga/opini/68505-Dampak-Covid-19-Terhadap-Perekonomian-dan-Kebijakan-Pemerintah-Indonesia

https://money.kompas.com/read/2020/05/10/091500226/perekonomian-indonesia-pasca-pandemi-covid-19?page=2

https://www.msn.com/id-id/berita/nasional/menghitung-dampak-covid-19-terhadap-dunia-usaha-hingga-umkm/ar-BB120z4L

https://www.google.co.id/amp/s/economy.okezone.com/amp/2020/10/13/455/2292941/manajemen-keuangan-kunci-umkm-bisa-berkembang-di-era-corona

https://www.google.co.id/amp/s/m.antaranews.com/amp/berita/1785325/pandemi-pendapatan-umkm-yang-adopsi-e-commerce-bisa-naik-160-persen

Komentar